Fungsi dalam Bahasa Pemrograman C++

1 min read

cpp

Fungsi dalam bahasa pemrograman C++ juga tidak jauh beda dengan array pada umumnya.

Function / fungsi adalah satu blok kode yang melakukan tugas tertentu atau satu blok instruksi yang di eksekusi ketika dipanggil dari bagian lain dalam suatu program.

Masukan yang diperlukan fungsi disebut argumen/parameter.

Hasil akhir fungsi akan berupa sebuah nilai (nilai balik fungsi).

Fungsi dalam Bahasa Pemrograman C++
  • Bentuk umum : 


penentu-tipe nama_fungsi (daftar parameter) 
deklarasi parameter

       tubuh fungsi 
}

Program contoh implementasi fungsi dalam bahasa pemrograman c++ :

inisialisasi ( ) 

 return (0); 


main ( ) 


 int x, y; 
 …. 
 x=inisialisasi ( ); 
 ….. 
 y=inisialisasi ( ); 
}

Contoh Program Fungsi dalam bahasa pemrograman c++:

Fungsi dalam Bahasa Pemrograman C++

Program diatas akan mencari nilai terbesar dari nilai yang sudah di inputkan.
Fungsi harus di deklarasikan terlebih dahulu dibawah header. agar dapat terbaca.
int FindMax digunakan untuk mencari nilai maximum(terbesar) dan  void PrintMax digunakan untuk mengoutputkan nilainya.

Terdapat 2 jenis Fungsi pada C++ :

1. Void ( Fungi tanpa nilai balik ) 

Fungsi yang void sering disebut juga prosedur. Disebut void karena fungsi tersebut tidak mengembalikan suatu nilai keluaran yang didapat dari hasil proses fungsi tersebut.

2. NonVoid (Fungsi dengan nilai balik)

Fungsi non-void disebut juga function. Disebut non-void karena mengembalikan nilai kembalian yang berasal dari keluaran hasil proses function tersebut

contoh fungsi dalam bahasa pemrograman c++

Tujuan pembuatan fungsi adalah :

  1. Memudahkan kita dalam pembuatan program yang mempunyai kodingan yang sama.
  2. Menghemat ukuran program sehingga menjadi lebih sedikit. 

Keuntungan memakai fungsi : 

  • Menguraikan tugas pemrograman rumit menjadi langkah-langkah yang lebih sederhana atau kecil.
  • Menyembunyikan informasi dari user sehingga mencegah adanya perbuatan iseng seperti memodifikasi atau mengubah program yang kita buat.
  • Meningkatkan kemampuan pelacakan kesalahan, jika terjadi suatu kesalahan kita tinggal mencari fungsi yang bersangkutan saja dan tak perlu mencari kesalahan tersebut di seluruh program.
  • Mengurangi duplikasi kode (kode yang sama ditulis berulang-ulang) dalam program.
  • Dapat menggunakan kode yang ditulis dalam berbagai program yang berbeda.
  • Memecah program besar menjadi kecil sehingga dapat dikerjakan oleh programmer-programmer atau dipecah menjadi beberapa tahap sehingga mempermudah pengerjaan dalam sebuah projek.

Leave a Reply